Sajak Luka Rahwana


# Peronal
  • 29 Sept 2025
  • ·
  • 1 min read

Kupikir kisahku adalah kelahiran kembali Rahwana dan Shinta
dua jiwa yang terbelenggu oleh garis takdir yang kejam,
Rahwana, sang raja penuh amarah yang jatuh cinta sepenuh jiwa,
cintanya bergelora seperti api yang menyala dalam labirin kegelapan palungan nasib.
“Maafkan aku, karena aku jatuh cinta padamu,”
bisikan terakhir yang pecah sebelum dunia runtuh dalam gelora perang.

Aku pun terjerat dalam pusaran cerita yang sama,
bodohnya meraba reruntuhan kenangan cinta yang tak lekang oleh waktu,
sekeras apa pun aku merajut asa, hanya satu yang kuminta dirimu tetap di sisiku.
Namun layaknya Rahwana yang takluk kepada takdir,
aku hanyalah jiwa yang merasakan pahitnya kekalahan,
berperang melawan langit yang membekukan harapan dan menorehkan luka.

Kini, rinduku tertumpah dalam doa yang lirih,
semoga suatu kelak, takdir itu luluh dan melebur,
mengikat kembali hati-hati yang tersekat tanpa ampun.
Dan jika tidak, biarlah kisah ini mengalir menjadi legenda,
sebuah puisi abadi bagi cinta yang membara seluas lautan Rahwana untuk Shinta,
meski tak pernah sampai ke pelabuhan rindu,
namamu terpatri di relung hatiku, abadi dalam sepi dan luka.

~ Its the End of Sajak Luka Rahwana ~